dimanche 19 juin 2016

I didn't quit...

One fine day, it will be your turn. You will leave homes, cities, and countries to pursue grander ambitions. You will leave friends, lovers, and possibilities for the chance to roam the world and make deeper connections. You will defy your fear of change, hold your head high, and do what you once thought was unthinkable; walk away. And it will be scary. At first. But what I hope you'll find in the end is that in leaving, you don't just find love, adventure, or freedom. More than anything, you find you.

jeudi 9 juin 2016

Bukit Da9o Selat4an Dua Sembilan

Mohon maaf bukannya 4lay, tapi emang sengaja biar ga masuk ke search result Google.

Jadi, terhitung tanggal 31 Mei 2016 kemarin, tepat setahun saya mengabdi *ahem* di sebuah perusahaan bernama Da9o En9ineerin9. Yea, this kind of writing kinda bother me too, actually.

jeudi 2 juin 2016

Fear-more

Semakin bertambah usia, saya merasa semakin jadi orang yang takut untuk membuat kesalahan. Ketika masih kecil dulu (saya tidak akan menggunakan kata 'muda' karena sampai sekarangpun saya masih merasa sangat muda hoho), semua hal terlihat menarik dan menantang, dan saya suka tantangan-tantangan tersebut. And I thought I have nothing to lose, either, that time.

Sekarang, dengan semakin bertambahnya energi untuk scroll tahun kelahiran saat mengisi formulir online, kehidupan memaksa saya untuk memperhitungkan segala resiko sebelum melakukan apapun. Pembatasnya ada berbagai macam; menjaga hubungan baik dengan orang lain, menjaga perasaan teman maupun kerabat, menjaga reputasi diri sendiri, menjaga nama baik perusahaan maupun instansi, dan lain sebagainya.

Mungkin itu yang menyebabkan semakin dewasa, orang semakin sulit untuk memberanikan diri mencoba hal baru.

Argh, tapi kalau tidak berani membuat kesalahan, kapan belajarnya?!

mercredi 11 mai 2016

Berat?

Kadang ada orang yang bertanya sama saya, “Susah gak sih, kuliah sambil kerja?”.
Biasanya pertanyaan itu saya jawab dengan cepat dan singkat karena saya tahu orang yang bertanya pasti hanya basa-basi. Jawaban saya biasanya adalah, “Biasa aja.” Setelah itu percakapan berakhir.
Tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, saya punya jawaban yang cukup panjang untuk pertanyaan yang sama. Tapi saya kurang yakin ada orang yang mau mendengarkan jawaban panjang tersebut.
“Tergantung...”

samedi 20 février 2016

Om-om anak dua

Kontroversial kan judulnya? Haha...

Gara-gara kebanyakan ngolokin Bu Sen yg naksir om-om, ketulahan deh eiyke ikutan naksir om-om anak dua. lol.


lundi 15 février 2016

"One scary thing about one-sided feeling is not only realizing that it's only you who experience the sweetness and bitterness of the process, it's also realizing that it's not him/her that you adore, it's the illusion you made yourself in your very own mind."

samedi 13 février 2016

Bersyukur(lah!)

Males banget sama diri sendiri.

mercredi 10 février 2016

unfinished

Dan gak kerasa hampir dua tahun sudah berlalu semenjak terakhir kali ngobrol langsung tatap muka.

Kadang masih suka heran, bagaimana bisa seseorang berubah total seratus delapan puluh derajat semudah membalikkan telapak tangan. Seperti membalikkan badan untuk pergi, tanpa pernah menoleh ke belakang sekalipun. Lalu akhirnya, tinggal saya sendiri disini mencoba merangkai semua puzzle berisi beribu pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab. "Siapa yang salah? Apa yang salah? Kenapa harus begini? Kenapa tidak bisa menjadi seperti yang lain? Selanjutnya harus bagaimana?" dan ratusan pertanyaan lain berkecamuk di pikiran, yang tidak akan pernah terjawab.

Lalu semua hal menjadi serba salah; ingin ikut membenci, namun saya tidak setega itu untuk melakukannya. Bahkan untuk sekedar menyapa atau bertanya kabar menjadi sesuatu yang tabu untuk dilakukan. "Mengapa?" lagi-lagi pertanyaan itu yang muncul.


2016.

Ingatkah? Mengenai cerita yang pernah saya utarakan beberapa tahun yang lalu, mengenai salah satu rencana masa depan. Ah mungkin saya terlalu delusional. Membayangkan rencana tersebut terwujud adalah sama seperti berharap seseorang tiba-tiba muncul di depan pintu layaknya lirik lagu If This Was A Movie-nya Mbak Tay.

Mungkin memang saya yang salah karena masih merasa membutuhkan. Padahal jika memang sudah tidak ada keperluan apa-apa lagi, pergi memang suatu hal yang mudah dilakukan. Mencari yang baru untuk membantu memulihkan luka juga tidak akan sesulit itu.



... namun bagaimana jadinya bila hati masih ingin menunggu, walaupun untuk sesuatu yang mungkin tidak pernah ditakdirkan untuk kembali?

jeudi 7 janvier 2016


Pernah suatu ketika saya sedang mengerjakan sesuatu di kosan dengan keadaan TV menyala...
*sombong banget deh yang udah punya TV pribadi di kamar*
*bukan contoh yang baik karena menghabiskan energi listrik untuk sesuatu yang kurang penting*.

-Ehm, lanjut lagi ceritanya-

Jadi suatu ketika saya mendengar wawancara mengenai fashion di TV yang sedang menyala unattended tersebut. Kira-kira kata-kata yang diucapkan seorang wanita muda yang diwawancara di acara tersebut seperti ini:
"Iya baju aku ini dari H&M, roknya dari Zara, aksesorisnya dari xxx *brand entah apa lagi*...."
Lalu kemudian diwawancarai juga seorang lelaki muda bergaya modis:
"Kalau gue sih simpel aja ya, topinya dari xxx, baju dari xxx, celana xxx *segala macam brand disebut*...."
-dan masih banyak lagi percakapan lainnya yang membuat muka saya berpaling dari kerjaan ke layar TV-


WOW

Warbyazah. Saya terkesima dengernya loh.

Berbangga sekali mereka dengan apa yang mereka kenakan, padahal -apa yah- menurut saya nggak ada value-nya.

Saya bukan orang yang skeptis terhadap brand, saya juga terkadang suka membeli barang dengan brand tertentu dikarenakan beberapa brand memang memiliki kualitas material yang lebih bagus sehingga menjadikan barang tersebut lebih awet.


But this?

Saya sih merasanya mereka seperti 'memamerkan' harga diri mereka sesuai dengan harga pakaian dan aksesori yang mereka gunakan. It's like saying "Baju gue mahal nih, aksesoris yang gue pake dari ujung kepala ke ujung kaki semuanya branded, harganya mahal, gue orang tajir, lo mesti memperlakukan gue sesuai dengan harga gue yang tinggi seperti harga barang-barang yang gue pake".

samedi 2 janvier 2016

Lyfe


When pop-up ads in your browser start to display things like these, you know your life start to be more and more serious.

Kay. ( - -)/

vendredi 1 janvier 2016

Refleksi

-bukan tentang pijet-

It's 2016!