Affichage des articles dont le libellé est random. Afficher tous les articles
Affichage des articles dont le libellé est random. Afficher tous les articles

mercredi 19 juin 2013

Tentang Truk Pengaduk Semen (Molen)

Setelah berhasil menyegarkan pikiran untuk kembali belajar, hal aneh muncul pada diri saya. Hal aneh itu berupa pertanyaan-pertanyaan random yang muncul ketika saya melihat sesuatu, contohnya hari ini.
Malam ini saat saya kembali dari PVJ, saya melewati jalan layang Pasopati dan berpapasan dengan truk pengaduk semen atau yang biasa disebut dengan truk molen.

Saya berada di belakang truk ini cukup lama, sekitar dari depan Gedung Biofarma sampai akhinya saya berbelok ke arah Ganesha Stasionary. Sambil tetap waspada berkendara di belakang truk tersebut, saya sesekali memperhatikan bagian 'drum' di belakang truk yaitu tempat mengaduk semen. Hingga pada suatu titik saya bertanya pada diri saya sendiri; darimanakah sumber energi untuk memutar drum itu berasal? Apakah dari accu? Tapi agak janggal karena energi yang dibutuhkan untuk mengaduk semen pastilah cukup besar.

truk molen edisi unyu, bisa didapatkan di toko mainan terdekat *malah promosi*

Setelah sampai di asrama, rasa penasaran saya menjadi semakin besar sampai akhirnya saya mencoba menelusuri mengenai truk ini di internet. Tapi karena saya tidak ada ide apa bahasa inggris dari truk molen ini, yang saya dapatkan hanyalah berita-berita kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang melibatkan beberapa truk molen. *payah*

Setelah bertanya pada dua orang teman saya yang baik hati dan menawan, yaitu Sigit dan Bentar (Ben, jangan lupa traktir aku salome), saya akhirnya menemukan artikel mengenai truk molen ini di howstuffworks.com. Oh iya, bahasa inggris truk ini adalah cement mixer truck.

truk molen edisi 'garang'

Oh iya, untuk jawaban pertanyaan saya tadi, sumber energi penggerak 'drum' terpisah dari enjin truk, yaitu berupa sebuah motor (bukan sepeda motor) yang memiliki power yang cukup besar.

Fakta yang menarik mengenai truk ini adalah, semen yang dibawa di mengalami pencampuran di perjalanan. Err.. jadi awalnya saya pikir itu 'drum'-nya harus diputar agar si campuran semennya tidak mengalami pengerasan di dalam, ternyata malah proses percampurannya itu dilakukan di perjalanan. Aduh maaf ya kalau fakta ini hanya menarik menurut saya :"

Fakta lain yang mungkin menarik adalah truk molen modern memiliki tangki air yang terpisah di dalamnya. Dikarenakan proses pencampuran air dan semen ini tidak terlalu baik apabila dilakukan terlalu lama, jadi lah di truk molen modern, air dan semennya baru akan dicampurkan saat truk sudah dekat dengan tempat tujuan. Kalau kata howstuffworks sih waktu pencampuran maksimal itu 90 menit, yaa kira-kira sejam sebelum sampai lah itu air dicampurkan dengan si semen :D. Eh iya meskipun belum dicampurkan dengan air, si butiran-butiran semen harus tetap diaduk agar tidak menggumpal *lu kira adonan kue*

Berhubung yang namanya truk itu identik dengan kata 'berat', ditambah dengan 'drum' molen yang besar dan membawa semen sambil tetap mengaduk itu juga berat, maka kekuatan truk molen ini sangat besar. Kekuatannya bisa mencapai 250 sampai 300 HP (horsepower), kalau dibayangin yaa... bayangin aja untuk menarik truk ini butuh sebanyak 250 sampai 300 ekor kuda.

kuda *you don't say*

Mungkin sebenarnya masih banyak hal menarik lain tentang truk molen ini, tapi saya nya malas mencari, hehe... Sekian dulu perbincangan mengenai truk pengaduk semen ini.
Oh iya, ada yang tahu kenapa disebutnya truk molen? Apakah karena bentuknya mirip dengan pisang molen? Ataukah pisang molen yang mengadaptasi namanya dari 'drum' di truk ini?

pisang molen

Oh iya, di depan Borma Dago ada penjual pisang molen aneka rasa, harganya murah, hanya Rp 500,- per potong, lumayan enak juga rasanya :9 *sekilas info*