mercredi 25 mars 2015

Sabar menanti

Naon sih ini judulnya macem warung makan di Cisitu aja haha...

Intinya bukan tentang makanan sih ini, meskipun hari ini gue makan banyak tapi ya ga mesti gue ceritain kan ya. Oke gak penting Tria, please.

Sebenernya judul buat post ini terlintas begitu saja di pikiran dan terketik begitu saja oleh jemari saya. Intinya adalah, suatu saat nanti pasti kok ada yang bakal nemenin saya.
Nemenin buat apa? Ciyee penasaran yaaa? *apasih Ya?!*

Haha jadi cerita ini dimulai, eh nggak dimulai juga sih, bilang saja terlintas setelah saya selesai ditelpon Kurnia. Kami ngobrol banyak, atau tepatnya ngomongin orang banyak. Astagfirullah, dasar wanita...

Ya jadi intinya salah satu omongannya adalah tentang blog, ternyata Kurnia punya blog :O Karena penasaran saya baca lah blognya, nih; kadeychi's blog. Nah setelah itu saya baca blog saya sendiri (iya emang saya kurang kerjaan orangnya), biarpun post saya keliatannya dikit, tapi sesungguh-sungguhnya saya sudah nge-blog sejak tahun 2008, dan sesungguhnya jumlah post saya sudah melebihi 300 posts. Tapi karena 90% isinya gajelas dan galau, hanya 10% saja yang dirasa pantas untuk di-publish.

Lalu apa hubungannya dengan 'sabar menanti'? Yah jadi setelah saya baca kembali posts kurang penting berupa drafts di blog saya ini, rasanya seperti membangkitkan kembali kenangan masa lalu saya. Eh kok jadi saya? Gue maksudnya. Keinget lagi gimana rasanya galau, rasanya pengen nangis, rasanya stress, rasanya ngalay, rasanya pengen ketawa ngakak, dsb. Bagi saya itu ajaib, karena sejujurnya ingatan saya mengenai masa lalu adalah blur. Eh gue, salah lagi kan.

Gue cukup punya malu untuk gak nge-publish cerita-cerita gue, tapi gue gak akan setega itu menghapus semuanya. Bagi gue, hal ini termasuk pendewasaan diri (suit suit). Terus entah kenapa gue terbayang bahwa suatu saat akan ada separuh jiwa yang bakal duduk disamping gue, membaca satu per satu kalimat yang pernah gue tuangkan ke blog ini, seakan memasuki mesin waktu menelusuri masa lalu gue. Gue bakal membiarkan dia membaca kata demi kata, melihat seberapa besar perubahan yang telah terjadi dalam kehidupan gue, dari state songong-alay-galau-labil-emosian dan seterusnya. Mungkin dia bakal ketawa ngakak ngeliat alaynya gue dulu, mungkin dia bakal sedih karena sesungguhnya sebelum dia gue banyak menghabiskan waktu gue memikirkan orang-orang lain, mungkin dia bakal menyesal mengapa dia gak bertemu gue lebih awal untuk melihat gue yang dulu, mungkin ini mungkin itu...

Tapi yang jelas, gue akan menikmati setiap ekspresi yang tergambar di wajahnya nanti.

Ya, suatu saat pasti akan ada waktunya :)



Kapan yah tapi? *sabar woy*

Aucun commentaire: