Jadi ceritanya dia lupa mencabut kunci dari motornya, bahkan mematikan mesinnya aja lupa, untungnya penjaga kosannya liat jadi dia ditegur. Nah di bagian komentar, ada temannya yang bilang kata-kata intinya gini "Wah berarti tabungan sedekah kamu masih banyak tuh."
Gue pernah mengalami hal yang sama, waktu itu gue main ke tempat teman namanya Nurul di jalan Bosscha di belakang Cipaganti. Kelar ketawa-ketiwi di kamarnya, kita beranjak buat makan siang. Tapi karena tempat makannya lumayan dekat sama kosannya Nurul, kita memutuskan untuk jalan kaki menuju kesana. Sebelum pergi, karena takut kehujanan gue memindahkan helm yang tadinya disangkutkan di jok motor jadi ke atas spion.
Lalu pergilah kami ke Cipaganti...
Ternyata iga bakar yang terkenal enak di Cipaganti baru buka pukul 5 sore sedangkan kami sampai disana pukul 4 kurang. Namun menurut informasi bapak-bapak yang nangkring disana, di Ciwalk ada juga cabang iga bakar tersebut. Beranjaklah kami kesana.
Sampai di Ciwalk, setelah berputar-putar mencari iga bakar tersebut (yang ternyata ada di D'Kiosk) dan memesan makanan, tiba-tiba gue mendapat intuisi untuk mengecek tas. Setelah meraba-raba isi tas beberapa saat, gue tidak menemukan kunci motor disana. Panik, gue mencoba mengingat-ingat sebelumnya gue udah kemana aja. Lalu gue pergi dari resto tersebut buat menelusuri jejak
Gue dan Nurul buru-buru ke kosan. Awalnya mau naik taksi tapi karena dari Ciwalk ke Cipaganti harus memutar arah dulu di Pasteur, Nurul bilang naik angkot aja di Cipaganti tapi nanti minta supirnya untuk masuk ke jalan Bosscha. Gue sempat berpikir untuk naik ojek tapi alay banget kan kalau boncengan tiga orang, nanti dikira cabe-cabean. Akhirnya gue dan Nurul jalan kaki dengan langkah super cepat ke Cipaganti, naik angkot (yang awalnya supirnya iya-iya aja pas diminta masuk ke jalan Bosscha tapi ujung-ujungnya diturunin di depan pom bensin Cipaganti), lalu kembali jalan cepat ke kosannya.
Dari beberapa langkah sebelum kosan Nurul gue sudah bisa melihat ada kunci tergantung di rumah kunci di bawah jok motor. Sangat mudah untuk orang yang melihat kunci tsb untuk membawa motor gue pergi, tapi Alhamdulillah motor gue masih diam di tempatnya gak bergerak sedikitpun.
Bisa jadi, apa yang dikatakan temannya teman gue benar, gue masih punya tabungan sedekah waktu itu. Selalu ada hak orang lain di harta yang kita punya. Mungkin saat itu harta gue lagi bersih, lagi pas nggak ada hak orang lain di dalamnya, makanya motor gue masih ditakdirkan untuk tetap menjadi milik gue. Mungkin saat itu semesta sedang memperlihatkan salah satu keajaibannya ke gue. Mungkin. Wallahu'alam.
Tapi yang jelas... gue merasa Tuhan itu super baik. Meskipun gue orangnya teledor, Dia masih sayang sama gue, masih melindungi harta gue. Alhamdulillah.